aku rasa aku sudah terperosok pada jurang yang sangat dalam
dan tak tau jalan keluarnya,
aku sudah terperangkap pada jurang ini
aku sudah terjatuh pada dasar jurang ini
aku tak bisa keluar,
tapi walaupun aku sudah menemukan jalan keluar,
aku tak ingin keluar dari jurang ini
aku sudah betah di dalamnya
aku sudah nyaman pada keadaan ini
dimana aku terperosok pada jurang yang sangat indah
aku ingin tetap disini
selamanya ingin tetap disini
walaupun seseorang mencariku dan menemukanku
aku tak mau pergi
aku tak mau meninggalkan jurang ini
aku ingin tetap disini
di dalam jurang hatimu.
Sabtu, 21 Juni 2014
Jumat, 13 Juni 2014
Biarlah
Waktu begitu cepat
bergulir tiada henti
dan aku masih tetap disini
tempat dimana hatiku dicuri
dia tak mengembalikannya lagi
aku terkunci
aku terkurung pada hati ini
hati dimana aku tak bisa membukanya
aku lemah
aku tak berdaya
biar, biarlah aku tetap disini
terkunci dan terkurung
hingga seseorang akan membukakan pintu keluarnya untukku.
bergulir tiada henti
dan aku masih tetap disini
tempat dimana hatiku dicuri
dia tak mengembalikannya lagi
aku terkunci
aku terkurung pada hati ini
hati dimana aku tak bisa membukanya
aku lemah
aku tak berdaya
biar, biarlah aku tetap disini
terkunci dan terkurung
hingga seseorang akan membukakan pintu keluarnya untukku.
Jumat, 06 Juni 2014
Anganmu
aku tak bisa membohongi hatiku
aku tak tahu mengapa aku seperti ini,
yang jelas aku tak suka seperti ini
aku benci, aku benci dengan keadaan ini
aku benci harus berada pada waktu ini,
pada keadaan yang tak aku mengerti,
pada situasi yang tak aku pahami,
pada semua yang mungkin aku tak ketahui.
mungkin ini semua hanya lelucon,
tapi tidak denganku.
aku menganggapnya ada dalam dunia nyataku
aku selalu menuruti kata-katanya
namun apalah balasannya untukku
aku benci kata perpisahan.
aku yang memikirkanmu namun tak banyak berharap
kau membuat waktuku tersita dengan angan tentangmu...
aku tak tahu mengapa aku seperti ini,
yang jelas aku tak suka seperti ini
aku benci, aku benci dengan keadaan ini
aku benci harus berada pada waktu ini,
pada keadaan yang tak aku mengerti,
pada situasi yang tak aku pahami,
pada semua yang mungkin aku tak ketahui.
mungkin ini semua hanya lelucon,
tapi tidak denganku.
aku menganggapnya ada dalam dunia nyataku
aku selalu menuruti kata-katanya
namun apalah balasannya untukku
aku benci kata perpisahan.
aku yang memikirkanmu namun tak banyak berharap
kau membuat waktuku tersita dengan angan tentangmu...
Rabu, 09 April 2014
Kamis, 27 Februari 2014
aku rindu mama
Hello ma...
apa kabarmu baik-baik saja tanpa aku ?
aku harap seperti itu
ma, aku rasa aku rindu denganmu,
aku ingin bertemu denganmu,
aku ingin pulang,
aku ingin tinggal bersamamu,
aku ingin kita selalu bersama.
jauh darimu rasanya menyiksaku :(
ma, aku pikir aku bisa hidup tanpamu,
ternyata aku tak bisa ma.
ma, apa kau merindukanku ?
aku harap kita merasakan rasa yang sama ma,
ma, semoga kau baik-baik saja disana,
jaga dirimu baik-baik tanpa aku.
2 bulan lagi aku pulang.
I love you ma :-*
apa kabarmu baik-baik saja tanpa aku ?
aku harap seperti itu
ma, aku rasa aku rindu denganmu,
aku ingin bertemu denganmu,
aku ingin pulang,
aku ingin tinggal bersamamu,
aku ingin kita selalu bersama.
jauh darimu rasanya menyiksaku :(
ma, aku pikir aku bisa hidup tanpamu,
ternyata aku tak bisa ma.
ma, apa kau merindukanku ?
aku harap kita merasakan rasa yang sama ma,
ma, semoga kau baik-baik saja disana,
jaga dirimu baik-baik tanpa aku.
2 bulan lagi aku pulang.
I love you ma :-*
Sabtu, 04 Januari 2014
Dia telah pergi
Jam weker ku berbunyi sangat nyaring,
membangunkan aku dari tidurku yang nyenyak. Aku tersadar hari sudah pagi, dan
aku pun segara ke kamar mandi untuk
mengambil air wudhu dan segera menunaikan sholat subuh. Hari ini adalah hari ke
70 aku sekolah SMP. Dengan hati yang gembira, aku memasuki gerbang sekolahku,
ya aku senang sekolah disini.
pada saat di kelas, guru meminta tolong
kepada sekretaris untuk membawakan buku tulis yang kami kumpulkan tadi, yang di
maksud sekretaris itu adalah aku, aku menjabat sebagai sekretaris di kelas ku.
Seperti biasa,aku membawa buku-buku itu
ke kantor guru. saat di depan perpustakaan, tiba-tiba ada seorang lelaki
yang menabrak ku, hingga buku-buku yang ku bawa pun berjatuhan.
“aduh buku-buku ku” kataku khawatir
dengan buku teman-teman ku
“maaf ya, sini aku bantu beresin
buku nya”
Hening...tangannya tepat pada
punggung tanganku, kita saling menatap sejenak.
“kelihatannya lelaki ini
baik,cakep lagi” kataku dalam hati
Aku segera beranjak bangun dan
membereskan buku-buku itu.
“hmmm maaf ya aku jalan gak
hati-hati” kata lelaki yang tak ku kenal itu
“iya gak apa-apa kok, aku juga
yang salah”
“sini biar aku bantu bawa buku
nya”
“engga gak usah! Aku bisa sendiri
kok” kata ku sambil menjauhkan buku-buku itu darinya
“ah gak apa-apa , masa sih aku
tega biarin cewek secantik kamu bawa buku sebanyak ini” dia memaksa sambil
membawa setengah dari buku-buku yang aku bawa
“ah bisa aja, makasih ya” kataku
sambil menatap nya penuh dengan senyuman
Setelah selesai menyimpan buku-buku
itu di ruang guru, Lalu aku dan dia berjalan menuju kelas ku, aku belum tahu
namanya bahkan aku belum pernah lihat dia semenjak Masa orientasi siswa (MOPD).
“kamu kelas 7G kan?” dia
mengagetkanku karena dia tahu kelasku
“”iya, kok tahu sih?” dengan wajah
penasaran
“ya tahu dong, aku gitu”
membuatku penasaran seakan-akan dia memperhatikan aku
“emang kamu kelas apa?” tanyaku
makin penasaran
“oh iya kenalin nama ku Dava
gilang yanuar , panggil nya Dava aja!”
“oh Dava... nama ku Resti Suc....”
“iya aku udah tahu nama kamu kok”dia
memotong pembicaraanku dan membuat aku kaget karena dia udah tau nama ku
Semenjak kejadian itu, aku dan dia semakin
dekat. Dia sering ke kelas ku untuk mengajak aku ke kantin atau apalah. Hari-hari
berlalu, aku dan dava semakin dekat, sampai suati hari dava menyatakan
perasaannya padaku, bahwa dava mencintaiku sejak pertama kali dava bertemu aku,
tapi dava baru berani menyatakan cintanya hari itu, karena sebenarnya akupun
sama, jatuh cinta padanya sejak pertama kali aku bertemu dia. Maka aku terima
cintanya itu, dan pada hari itu juga kita jadian.
setiap hari aku selalu bersamanya,
hari-hariku aku lewati bersamanya, suka duka, canda tawa aku lewati semua itu
bersamanya. Aku sangat mencintainya, sampai-sampai aku berfikir aku tak mau
kehilangan dia.
Tapi ada yang selalu aku tanyakan, tangan dia
selalu dingin dan selalu basah dengan keringat, dia sering mimisan dan pingsan,
ekspresi wajah dia selalu suntuk, dan gak aneh lagi kalo dia jarang masuk
sekolah karena sakit, Pantes aja aku belum pernah liat dia, ternyata dia jarang
sekolah. Aku selalu bertanya padanya “kamu kenapa? Apa yang kamu rasakan? Apa
yang terjadi? Ceritakan padaku! Tapi dia selalu menjawab”aku tidak apa-apa,aku
hanya kecapean aja”. Dan setiap aku tanya tentang itu, jawaban dia selalu tidak
apa-apa dan dia selalu mengalihkan pembicaraan. Pada saat itu, aku dan dava
sedang ngobrol di taman favorit kita berdua, dan tiba-tiba dava pingsan, aku
panik, aku langsung menelphone mama nya dan membawa dava ke rumah sakit, dan ternyata
setelah di periksa, dava harus di rawat di rumah sakit sampai dava pulih
kembali. Aku khawatir terjadi sesuatu pada dava. Setiap sepulang sekolah aku
selalu menjenguknya ke rumah sakit, tapi pada hari terakhir dava di rawat, aku
tak menjenguknya, aku tak mengunjungi dia ke rumah sakit karena aku harus
menyelesaikan tugas-tugas sekolah aku yang numpuk dan harus selesai besoknya.
Setelah dava pulih dari sakitnya dan sudah
keluar dari rumah sakit, dava harus mulai sekolah lagi dan harus mengejar pelajaran
yang ketinggalan saat dava di rawat di rumah sakit itu. Dan beberapa hari itu
aku dan dava tidak bertemu lama, karena aku dan dava sedang sibuk mengerjakan
tugas sekolah masing-masing, aku bertemu dengan dava saat istirahat sekolah
saja.
Pada hari itu, aku dan dava akan mengerjakan tugas
yang sama di rumahnya dava sepulang sekolah, sebelum mulai mengerjakan tugas,
dava mandi dulu karena habis olahraga tadi di sekolah, dan aku di suruh diam di
ruang tamu nungguin sampai dava selesai mandi. Tiba-tiba mama nya dava
menghampiri ku, dan mamanya cerita panjang lebar padaku tentang dava.
“sebenarnya dava mempunyai penyakit
leukimia dan lemah jantung, dan sekarang penyakit itu semakin parah. Sebelum
dava kenal sama aku,dia gak mau berobat sekalipun, dava tak punya gairah hidup,
yang dilakukan dava hanya mengurung diri di kamar, dan dava jarang sekali
berbicara. Tapi setelah dava kenal sama aku, dava jadi berubah, dava mau
berobat, mau beraktifitas, gak diam terus di kamar, sekarang dava mau berbicara
panjang lebar, sekarang dava mempunyai gairah hidup lagi, tak seperti dulu.
Dava gak mau menceritakan penyakitnya ke aku karena dia gak mau aku sedih
mengetahui penyakitnya itu, dia gak mau aku menderita gara-gara dia. Dan aku
harus pura-pura tidak tahu tentang semua penyakitnya itu.” kata mama nya dava
jelas. Mendengar semua itu aku langsung shock! Aku gak percaya, ternyata selama
ini dia gak mau cerita karena dia gak mau aku sedih, aku menderita gara-gara dia,
tenyata dava sok kuat di depan aku, tapi di belakang aku dava kesakitan.
Beberapa hari berlalu, aku menuruti apa kata
mama nya, aku pura-pura tidak tahu tentang penyakitnya itu walaupun di dalam
hati aku menangis mengkhawatirkan dava.
Saat itu, aku merasa ada yang aneh dalam
hatiku, satu hari itu aku ingin selalu bersamanya, entah apa yang terjadi,
hatiku merasa hari itu aku harus bersama dava, aku harus menemani dava, entah
apa yang akan terjadi.
Hari itu benar-benar hari aku bersama dava,aku
pergi ke taman favorit aku dan dava. Saat asik-asik nya aku memperhatikan
bintang-bintang di atas langit, tiba-tiba “sayang, maafin aku ya karena aku
bukan yang terbaik buat kamu, aku selalu ngerepotin kamu, aku selalu bikin kamu susah, aku gak bisa membahagiakan kamu,
dan aku...” kata-kata dava terhenti setelah telunjuk ku mendarat di bibir dava
“ssssttt
sayang, jangan bilang gitu, aku gak pernah sedikitpun merasa di repotin, malah
aku yang selalu nyusahin kamu, aku selalu manja sama kamu, selama aku di sisi
kamu, aku bahagia kok sayang, asal aku terus bersama kamu”
“makasih
sayang, aku sayang kamu” dava mencium kening ku
Dan
aku balas ciumannya dengan pelukan, tiba-tiba dava melepas pelukanku, “sayang jika
aku pergi,kamu jangan sedih ya! Kamu harus cari pengganti aku yang bisa jaga
kamu, yang lebih baik dari aku, kamu jangan....”
“bicara
apa sih kamu dav, jangan gitu! Kamu gak akan pergi, kamu akan terus bersamaku
disini, ngejaga aku, nemenin aku, kita akan terus bersama sayang” aku memotong
pembicaraan dava, karena aku khawatir, aku takut mendengarkan semua kata-kata
yang di ucapkan dava. Kenapa dava tiba-tiba bicara seperti itu, aku takut.
Setibanya
di rumah, aku langsung menuju kasur dan tiduran, aku tak bisa tidur, aku terus
memikirkan perkataan dava tadi. Dan keesokan harinya, tepat pukul 06.15 mama nya
dava menelephone aku dan memberi kabar bahwa dava meninggal. innalillahi wainna
ilaihi rojiun. Mendengar semua itu aku langsung shock,nangis dan aku langsung
buru-buru ke rumahnya untuk mengetahui apa benar semua itu, sebab aku masih tak
percaya akan semua itu, aku tak percaya bahwa orang yang selama ini bersamaku
pergi begitu saja dan tak akan pernah kembali lagi ke sisiku,dan baru tadi malam
aku bersamanya. setelah aku sampai di rumahnya, ternyata benar, di depan rumah
nya sudah ada bendera kuning dan sudah banyak orang yang melayat. Aku semakin
shock ! aku langsung masuk ke rumah nya dan ternyata dava sudah terbaring dan
sudah di tutupi kain kafan. Aku semakin sedih dan melihat mama nya dava sedang menangis tersedu-sedu sambil memandang
anak nya yang sedang terbaring di tutupi kain kafan itu. Aku menghampiri mama
nya dava yang sedang menangis itu, dan mama nya dava langsung memeluk ku dan
berkata padaku “kata dava, kamu jangan sedih,jangan tangisi dava jika dava
telah pergi, kamu jangan terpuruk akan kepergian dava, kamu harus lanjutin
hidup kamu tanpa dava, kamu akan mendapatkan
yang lebih baik dari dava. Itu pesan dari dava sebelum dava menghembuskan
nafasnya yang terakhir.” Jelas mama nya dava
Dan ternyata firasatku itu benar, ternyata
hari itu benar-benar hari terakhir aku bertemu dava, hari terahir aku
bersamanya, hari terakhir aku memeluknya dan aku tak akan pernah melihatnya
lagi, sekarang dava sudah tidak ada, tak ada lagi sosok dava di hidupku, tak ada
lagi yang menemani hari-hari ku lagi, dava tak akan kembali lagi ke sisi ku
selamanya.
Beberapa bulan aku terpuruk akan kepergian
sosok dava di hidupku, karena minggu
depan aku harus menjalani testing untuk masuk ke SMK.N 1 TASIKMALAYA,
aku terus belajar agar aku bisa masuk SMK1, dan seharusnya aku testing bersama
dava karena kita dulu sudah sepakat ingin melanjutkan sekolah ke SMK.N 1
jurusan Multimedia, tapi sayang, cita-cita kita berdua itu tak tercapai
sepenuhnya, karena dava sudah tidak ada. Dan akhirnya aku lulus ke SMK.N 1 jurusan
Multimedia tanpa dava. Dan sekarang aku sudah bisa hidup tanpa sosok dava di sisiku, namun dava
selalu ada di hatiku seperti bayangan, walaupun suatu hari nanti aku dengan
orang lain, tapi dava akan selalu ada
dalam hatiku.
Kamis, 02 Januari 2014
andai kakak ku memilih dia
Dulu aku punya seseorang di hidupku
Seseorang yang sangat sayang terhadap ku, keluargaku terutama kakak
perempuan ke 2 ku
Aku pun begitu sebaliknya
Aku sudah anggap dia sebagai kakak laki-laki ku
Walaupun sebenarnya dia pacar kakak perempuan ke 2 ku
Pacar kakak ku itu selalu mengajakku kemanapun dia mau pergi dengan
kakakku
Pacar kakakku sering mentraktir makanan kesukaankku yaitu bakso
Aku dan mereka mengelilingi kota dan mencoba satu per satu bakso yang ada
setiap harinya
Aku selalu bahagia bersama mereka
Makan dan minum bersama
Walaupun itu hanya minum bakso dan teh botol
Namun bagiku itu semua sungguh menyenangkan,
Andai kakakku memilih dia...
Langganan:
Komentar (Atom)
Hallo ???